ANALISIS EKONOMI KEJAMAAHAN BERBASIS IMMARATUL MASAJID

ANALISIS EKONOMI KEJAMAAHAN

BERBASIS IMMARATUL MASAJID

(OLEH : KHAERUL UMAM, S.IP)

2008

BAB I

PENDAHULUAN

MUQADDIMAH

Pengalaman pahit atas krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia pada masa lalu dan dampaknya yang masih terasa hingga detik ini. Hal itu tiada lain merupakan suatu pelajaran yang dapat menggambarkan bahwa sistem perekonomian di negara kita masih cenderung monopolistic atau berpihak pada tingkat tertentu. Tentulah dampak dampak dari hal itu ialah semakin renggangnya perbedaan antara rakyat atas dan rakyat kaum rumput.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah berupaya mencari sistem terbaik, namun upaya konstruksi tersebut masih terasa hampa dan tanpa hasil yang berakibat semakin melemahnya denyut nadi ekonomi bangsa Indonesia. Hingga tentulah kita dapat bertanya, sistem apakah yang layak diterapkan?

Konsep atau sistem ekonomi Islam, merupakan suatu konsep yang perlu ditelaah ulang dan dipertimbangkan oleh pemerintah sebagai strategi pembangkit kehidupan ekonomi Indonesia. Sistem yang didukung dengan dictum-diktum agama ini, cukup pantas dipraktikan. Di Indonesia, mengingat sistem ini lebih mementingkan kejamaahan dan menjauhkan perbedaan khususnya dalam hal ekonomi atau jabatan.

Namun tentulah dari sistem ini masih perlu analis lebih lanjut, baik itu dalam hal manajemen, struktur, dan implementasi sistem. Maka dengan analisis tersebut, sistem ekonomi kejamaahan dapat benar-benar direalisasikan dan mengena pada semua masyarakat Indonesia.

PENGAMBANGAN EKONOMI SYARIAH SEBAGAI SEBUAH SOLUSI

Sebuah paradigma baru dimana ekonomi syariah saat ini banyak dimunculkan meskipun beberapa kondisi ekonomi syariah di Indonesia saat ini mengalami beberapa hal seperti berikut:

Kekuatan

A. Pandangan terhadap teknologi bahwasanya teknologi merupakan variabel oksigen yang merupakan sarana untuk meningkatkan produksi;

B. Modal fisik yang menjadi prioritas utama dalam faktor utama produksi utama;

C. Mempunyai keunggulan komparatif yang berdasarkan faktor kandungan (endowmet) yaitu sumber daya alam dan buruh yang murah;

D. Orientasi produk bertuju kepada produk dengan kualitas yang standar;

E. Dalam orientasi sektor modern bertumpu pada “Penambahan Biaya” (Cost Added).

Kelemahan

  1. Kekurangan keterampilan yang dimiliki oleh pekerja;
  2. Produksi yang masih belum bisa bersaing;
  3. Modal yang belum mencukupi;
  4. Kurangnya kerja sama dan hubungan dengan berbagai pihak yang diperlukan;

Ancaman

A. Tidak berkembang didalam masyarakat karena keterbelakang didalam segi kualitas.

B. Datangnya arus globalisasi dan AFTA (Asean Free Trade Area);

C. Persaingan antar daerah untuk menjadi daerah yang paling unggul, sehingga tiap daerah biasanya saling sikut.

Peluang

  1. Kesempatan untuk memperoleh modal dari berbagai pihak.
  2. Adanya program pemerintah untuk mengangkat rakyat kecil dengan JPS (Jaringan Pengaman Sosial)
  3. Banyaknya lahan-lahan kosong untuk dijadikan proyek percobaan.
  4. Pengembangan perbangkan yang sedang digalakan.

Hal-hal diatas tentulah dipertimbangkan secara matang, karena hal ini akan menentukan langkah ekonomi syariah secara berkelanjutan. Maka layaknya kita harus menganalisis letak strategi ekonomi syariah kedepan. Namun sebenarnya pula ekonomi syariah banyak didukung oleh beberapa lembaga, yang cukop memungkinkan untuk menyokong bergulirnya ekonomi syariah, seperti:

Lembaga Modal

Lembaga ini berguna sebagai pemberi atau penyuplai modal, dalam seluruh kegiatan yang ada dalam tubuh sistem perekonomian ini.

Lembaga Pengembangan Teknologi

Lembaga ini sangat diperlukan dalam perkembangan konsep ini, karena dengan teknologilah produksi yang dihasilkan dapat bersaing di pasar.

Lembaga Swadaya Masyarakat

Berguna untuk mendapatkan manusia yang handal dalam seluruh aspek yang diperlukan, yaitu membentuk seseorang yang berkepribadian baik dan berdedikasi tinggi, serta dibarengi dengan intelegensi yang cukup dalam bidang masing-masing.

Perusahaan

Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang mempunyai hubungan yang luas, baik eksternal maupun internal, artinya dapat menyalurkan produksi tidak hanya ke dalam daerah saja. Output yang dihasilkan oleh perusahaan akan diolah masjid dan digunakan untuk memakmurkan rakyat dibantu oleh unsur-unsur pemerintahan daerah.

Maka kedepan ekonomi syariah harus memiliki berbagai strategi untuk pengembangannya.

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH

Faktor Internal

Identifikasi variabel lingkungan intenal Ekonomi SYARIAH melalui elemen-elemen fungsional konsep tersebut. Faktor-faktor yang diamati adalah faktor variabel fungsional keuangan, dan sumber daya manusia.

Variabel keuangan berkenaan dengan bagaimana cara mendapatkan sumber modal. Modal yang didapatkan untuk pengembangan konsep ini terdiri dari investor-investor, BMT (Baitul Maal Ta’mil), dan Bank muamalat serta bank-bank yang lainnya. Tujuan penggunaan modal ini, adalah untuk ­melaksanakan program-program yang telah disepakati agar berkesinambungan didalam pengadaan aktivitas-aktivitas perekonomian. Dalam faktor finansial ini sudah barang tentu aspek laba tidak bisa dikesampingkan. Setiap lembaga yang ikut terlibat mempunyai dorongan untuk memperoleh keuntungan. Kelemahan yang saat ini terjadi karena jumlah modal yang belum mencukupi untuk seluruh pembiayaan program.

Variabel SDM berkenaan dengan kuantitas dan kualitas SDM. Secara kualitas tenaga-tenaga yang diharapkan, masih relatif sangat sedikit karena adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pencalonan tenaga yang handal.

Kualitas SDM menjadi acuan terpenting dalam kaderisasi ataupun pengambilan tenaga kerja. Imaratul Masajid, mengalami kesulitan untuk mencari SDM yang benar-benar mempunyai kinerja dan etos kerja yang tinggi disertai dengan psikiometrik keagamaan yang kuat.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka Imaratul Masajid mengadakan program regenerasi kepemimpinan umat sesuai dengan kebutuhan teritorial dan tuntutan perkembangan dan ekonomi.

Faktor Eksternal

Variabel-variabel lingkungan eksternal yang diamati adalah sosial budaya, teknologi, ekonomi dan pemerintahan. Secara umum variabel sosial budaya adalah nilai-nilai, sikap dan perilaku yang menjadi karakteristik dan pedoman masyarakat yang berpengaruh signifikan terhadap manajemen, struktur dan dinamika sosial serta isu-isu dalam masyarakat tentang konsep ini.

Variabel Ekonomi berkenaan dengan kemampuan sumber daya manusia dalam hal perolehan keuntungan, serta prasarana yang dihasilkan dengan menjalankan Ekonomi syariah ini.

Variabel teknologi adalah salah satu sumber utama perubahan dengan adanya penemuan-penemuan baru tingkat aplikasi teknologi dan harga dari teknologi itu sendiri. Hal-hal yang akan dianalisis lebih lanjut teknologi serta perubahannya.

Elemen-elemen strategis yang akan diamati dalam variabel pemerintahan adalah keberadaan regulasi-regulasi yang terkait. Stabilitas politik dan perannya secara ekonomis dan politis.

Khusus di indonesia, memiliki kekurangan yang nampak adalah di bidang tekologi. Dimana masyarakatnya masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional, meskipun demikian sebenarnya apabila perkembangan teknologi saat ini dijadikan pendorong bagi kualitas alat tradisional, maka akan terjadi perkembangan yang sangat humoris dalam bidang teknologi tersebut.

Namun satu hal yang menjadi kendala pengembangan wilayah yaitu ketidak percayaan sebagian warga Indonesia untuk mengais rezeki di negaranya, sehingga mereka mencoba mencari pekerjaan di luar. Sehingga secara tidak langsung menjadikan Indonwsia kekurangan orang yang dapat mengembangkan negara yang pada akhirnya mengundang orang-orang luar untuk mengais rezeki di Indonesia yang secara langsung dan tak langsung memudarkan kebudayaan asli Indonesia satu persatu dan berdampak pula pada persaingan yang mengakibatkan rakyat asli tergusur sehingga membuat stabilitas ekonomi Kota ini sedikit menurun.

Pemilihan Strategi

Sebelum menentukan alternatif strategi yang diharapkan, harus diketahui terlebih dahulu faktor-faktor yang berpengaruh baik secara internal maupun eksternal untuk hal tersebut akan dijelaskan gambar di bawah ini :

PEMILIHAN JENIS STRATEGI UTAMA PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH

1 : F

KEKUATAN

KELEMAHAN

PELUANG

ANCAMAN

EKI-1

EKI-2

EKE-1

EKE-2

EKE-3

EKE-4

2 : FK

KI

KE

3 : EK

4 : PS

KA

Text Box: KA

KP

KA

KP

5 : JS

FK : Fokus Kunci

EK : Elemen Kunci

PS : Profil

JS : Profil Strategi

EK I – 2 : Elemen Kunci SDM

EKE – 2 : Elemen Kunci Sosial Budaya

EKE – 4 : Elemen Kunci I Pemerintah

KI : Kunci Internal

KE : Kunci Eksternal

KP : Strategi memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

KA : Strategi memaksimalkan kekuatan untuk aman

KP : Strategi mengatasi kelemahan

KA : Strategi mengatasi kelemahan untuk ancaman

Keterangan :

Hasil pada Level 2

Dalam level ini melihat perhatian manajemen terhadap faktor lingkungan yang ada yaitu internal dan eksternal. Dalam kuisioner dipertanyakan bagaimana pengaruh kedua faktor ini, hingga diperlukan konstribusinya dalam pengembangan usaha.

Hasil pengolahan yang ada bahwa manajemen memberikan pertimbangan kunci internal (70%), lebih berpengaruh dibandingkan kunci eksternal (40%) dalam menyusun strategi pengembangan. Hasil wawancara dengan salah satu pengembang konsep Imaratul Masajid menyatakan untuk memberi perhatian lebih besar kepada faktor-faktor internal Ekonomi syariah, yang kini terus dikembangkan kinerjanya ke arah kemapanan yang sangat handal.

Hasil pada Level 3

Dasar Elemen Kunci : Elemen Kunci Internal

Dalam upaya memilih strategi pengembangan yang ada, hasil pengolahan menunjukkan pengalaman elemen kunci sumber daya manusia menjadi perhatian utama manajemen (55%) dari pada elemen kunci keuangan (45%). Tabel dibawah memperjelas uraian ini :

Elemen Kunci

Bobot %

Prioritas

Sumber Daya Manusia

Keuangan / Modal

55

45

1

2

Tabel 1. Hasil pada level 3 dalam elemen kunci internal untuk melihat besarnya pertimbangan selaku komponen Elemen Kunci Internal.

Elemen Kunci sumber daya manusia mendapatkan perhatian utama manajemen Ekonomi syariah. Dalam setiap perusahaan atau instansi dan lembaga-lembaga lainnya, prioritas utama ditunjukkan kepada etos kerja para pekerja, karena ini sangat berpengaruh terhadap faktor-faktor yang lainnya.

Elemen Kunci keuangan menjadi alternatif kedua setelahnya, karena dilihat secara geografis bahwa di negara Indonesia sumber daya alam sudah sangat mencukupi tanpa harus membeli. Dan yang menjadi permasalahan adalah belum timbulnya kreatifitas didalam diri bangsa Indonesia untuk mencapai inovasi-inovasi yang bermanfaat.

Dasar Elemen Kunci : Elemen Kunci Eksternal

Hasil pengolahan terhadap elemen-elemen eksternal terfokus terhadap ekonomi (40%), yang kemudian diteruskan berturut-turut pada elemen kunci teknologi (30%), sosial (20%), dan pemerintah (10%). Dengan keberadaannya sebagai salah satu konsep ekonomi adalah sangat wajar apabila elemen kunci ekonomi menjadi fokus utama karena masalah ekonomi akan berkenaan tentang hal-hal dibawah ini :

Teori Ekonomi yang dipakai;

Pandangan terhadap ekonomi;

Faktor produksi yang diutamakan;

Keterkaitan antar sektor dan skala produksi;

Penentuan keunggulan;

Strategi perdagangan;

Kebijakan Ekonomi Makro dan Mikro;

Sumber pembiayaan utama;

Orientasi produksi dan usaha;

Hubungan manajemen pekerja;

Penentuan upah;

Target yang dicanangkan.

Tabel dibawah akan memperjelas uraian yang telah dijelaskan di atas:

Elemen Kunci

Bobot %

Prioritas

Ekonomi

Teknologi

Sosial

Pemerintah

40

35

15

10

1

2

3

4

Tebel 2. Hasil dari level 3 pada elemen-elemen kunci eksternal

Hasil dari Level 4

Hasil pada level ini menjelaskan adanya kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang. Atas dasar di atas maka akan diperoleh 4 (empat) kombinasi strategi yang akan dipakai didalam strategi. Ancaman memperoleh bobot tertinggi diantara yang lainnya (35,5%), lalu kekuatan (25%), kelemahan (21,5) dan bobot terkecil adalah peluang (18%) seperti tabel yang ada berikut ini :

Elemen Kunci

Bobot %

Prioritas

Ancaman

Kekuatan

Kelemahan

Peluang

35,5

25

21,5

18

4

1

3

2

Tabel 3. Hasil pengolahan level 4 sebagai upaya untuk mengidentifikasikan profil-profil strategi.

Menurut tabel di atas, kekuatan memperoleh prioritas pertama, karena untuk memajukan Ekonomi Kejamaahan pada saat ini memerlukan kekuatan yang maksimal. Dengan kemampuan dan kekuatan yang ada dan dibarengi dengan kelemahannya ada saat sekarang ini telah menghasilkan berbagai ancaman dan memperkecil peluang yang ada.

IMPLEMENTASI STRATEGI

Dalam upaya mengimplementasikan scenario strategi yang diinginkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama berdasarkan hasil analisa di atas yakni kelemahan dalam sumber modal, sumberdaya manusia, dan jenis teknologi Peluang yang harus diperhatikan adalah dana JPS, lahan-lahan kosong, dan pengembangan agrobisnis juga ancaman akan globalisasi dan AFTA dengan merestrukturisasi kembali kekuatan yang ada.

Kurang memadainya jumlah dan kualitas sumber daya manusia secara umum menjadi kelemahan penting untuk dieleminir berkenaan dengan pengembangan usaha yang dilakukan. Berbagai upaya Imaratul Masajid dalam pengembangan konsep ini tetap bertumpu pada pelaksanaanya, yaitu sumber daya yang dimilikinya bila tidak segera diantisipasi kelemahan akan berimplikasi pada gagalnya usaha yang akan dilakukan.

Elemen sumber modal menjadi kelemahan selanjutnya yang harus segera diatasi. Sampai saat ini Imaratul Masajid khusunya di Indonesia berusaha untuk mendapatkan modal dari usaha sendiri.

Keberadaan teknologi juga menjadi kelemahan yang harus diperhatikan di Indonesia ini. Untuk mengembangkan konsep ekonomi yang kita bahas ini diperlukan teknologi yang mantap dan modern karena selama ini kita hanya ini memakai teknologi konvensional saja.

Dalam hal peluang yang kita punya, dana pemerintah daerah yang disalurkan kedalam JPS menjadi suatu kesempatan bagi Imaratul Masajid untuk menambah modal yang ada sekarang ini. Tidak kalah petingnya dengan adanya penggalaan agrobisnis, ini bisa menjadi suatu input tersendiri bagi Imaratul Masajid pada saat sekarang ini.

Dengan adanya lahan-lahan kosong kita memiliki produk percobaan untuk produksi agrobisis, misalnya untuk pembudidayaan dan industri fillet lele dumbo sebagai komoditi utama yang lainnya adalah cabe merah, bawang merah, bebek petelur, ayam pedaging dan sapi perah dan potong. Dan komoditi penunjang yang bisa dijadikan alternatif adalah rumput gajah, jagung serta kompos dan budidaya cacing tanah. Pengambilan contoh-contoh alternatif di atas berdasarkan atas hasil survei di lapangan yang pada saat ini sedang berkembang.

Semua itu tidak bisa kita kembangkan apabila kekuatan yang daerah Sukabumi punya masih bersifat komparatif-segratif. Untuk melakukan hal-hal yang ada di atas diperlukan adanya kekuatan baru kompetitif-integratif untuk menghadang ancaman yang semakin dekat. Ada beberapa tatanan pokok yang harus kita rubah ataupun ditambah, yaitu:

1. Teknologi harus menjadi suatu variabel endogenus yang mempunyai nilai instrinsif dan menyatu pada tenaga kerja yang terampil di indonesia.

2. Faktor produksi utama harus dibarengi dengan pengetahuan yang diterapkan dalam inovasi dan pengembangan IPTEK lewat pengembangan SDM.

3. Dalam penentuan keunggulan, harus berdasarkan atas keunggulan kompetitif yang bertumpu kepada sumber daya manusia berketerampilan tinggi dan menguasai teknologi.

4. Memiliki kemampuan untuk melihat sinyal-sinyal strategis dalam penentuan produksi.

5. Menekankan aspek kesinambungan dan kewibawaan walaupun sederajat.

6. Untuk sumber pembiayaan utama didapat dari sumber daerah Sukabumi, dan partisipasi luar daerah dengan cara melalui saham.

7. Mempunyai keuntungan yang berkesinambung dalam jangka panjang sekalipun membutuhkan tenggang waktu untuk mencapainya.

8. Menciptakan nilai tambah yang tinggi.

9. Produk terdiferensiasi dengan kualitas yang tinggi.

10. Berorientasi pada produk berkualitas yang tinggi.

11. Menyadari status pekerja sebagai subjek dan mitra setara serta sebagai sumber daya jangka panjang yang membutuhkan peningkatan latihan dan keterampilan.

12. Partisipasi pekerja dalam skema kemitraan untuk mencapai kualitas yang tinggi, perbaikan di segala bidang, dan gagasan-gagasan bagi perkembangan perusahaan.

13. Penentuan upah pegawai harus sesuai dengan produktivitas.

14. Orientasi sosial politik yang harus terbuka dan demokratis.

Dalam upaya mengimplementasikan scenario strategi yang diinginkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama berdasarkan hasil analisa di atas yakni kelemahan dalam sumber modal, sumberdaya manusia, dan jenis teknologi Peluang yang harus diperhatikan adalah dana JPS, lahan-lahan kosong, dan pengembangan agrobisnis juga ancaman akan globalisasi dan AFTA dengan merestrukturisasi kembali kekuatan yang ada.

Kurang memadainya jumlah dan kualitas sumber daya manusia secara umum menjadi kelemahan penting untuk dieleminir berkenaan dengan pengembangan usaha yang dilakukan. Berbagai upaya Imaratul Masajid dalam pengembangan konsep ini tetap bertumpu pada pelaksanaanya, yaitu sumber daya yang dimilikinya bila tidak segera diantisipasi kelemahan akan berimplikasi pada gagalnya usaha yang akan dilakukan.

Elemen sumber modal menjadi kelemahan selanjutnya yang harus segera diatasi. Sampai saat ini berusaha untuk mendapatkan modal dari usaha sendiri.

Keberadaan teknologi juga menjadi kelemahan yang harus diperhatikan di kota Sukabumi ini. Untuk mengembangkan konsep ekonomi yang kita bahas ini diperlukan teknologi yang mantap dan modern karena selama ini kita hanya ini memakai teknologi konvensional saja.

Dalam hal peluang yang kita punya, dana pemerintah daerah yang disalurkan kedalam JPS menjadi suatu kesempatan bagi Imaratul Masajid untuk menambah modal yang ada sekarang ini. Tidak kalah petingnya dengan adanya penggalaan agrobisnis, ini bisa menjadi suatu input tersendiri bagi Imaratul Masajid pada saat sekarang ini.

Dengan adanya lahan-lahan kosong kita memiliki produk percobaan untuk produksi agrobisis, misalnya untuk pembudidayaan dan industri fillet lele dumbo sebagai komoditi utama yang lainnya adalah cabe merah, bawang merah, bebek petelur, ayam pedaging dan sapi perah dan potong. Dan komoditi penunjang yang bisa dijadikan alternatif adalah rumput gajah, jagung serta kompos dan budidaya cacing tanah. Pengambilan contoh-contoh alternatif di atas berdasarkan atas hasil survei di lapangan yang pada saat ini sedang berkembang.

Semua itu tidak bisa kita kembangkan apabila kekuatan yang daerah Sukabumi punya masih bersifat komparatif-segratif. Untuk melakukan hal-hal yang ada di atas diperlukan adanya kekuatan baru kompetitif-integratif untuk menghadang ancaman yang semakin dekat. Ada beberapa tatanan pokok yang harus kita rubah ataupun ditambah, yaitu:

15. Teknologi harus menjadi suatu variabel endogenus yang mempunyai nilai instrinsif dan menyatu pada tenaga kerja yang terampil di Kota Sukabumi.

16. Faktor produksi utama harus dibarengi dengan pengetahuan yang diterapkan dalam inovasi dan pengembangan IPTEK lewat pengembangan SDM.

17. Dalam penentuan keunggulan, harus berdasarkan atas keunggulan kompetitif yang bertumpu kepada sumber daya manusia berketerampilan tinggi dan menguasai teknologi.

18. Memiliki kemampuan untuk melihat sinyal-sinyal strategis dalam penentuan produksi.

19. Menekankan aspek kesinambungan dan kewibawaan walaupun sederajat.

20. Untuk sumber pembiayaan utama didapat dari sumber daerah , dan partisipasi luar daerah dengan cara melalui saham.

21. Mempunyai keuntungan yang berkesinambung dalam jangka panjang sekalipun membutuhkan tenggang waktu untuk mencapainya.

22. Menciptakan nilai tambah yang tinggi.

23. Produk terdiferensiasi dengan kualitas yang tinggi.

24. Berorientasi pada produk berkualitas yang tinggi.

25. Menyadari status pekerja sebagai subjek dan mitra setara serta sebagai sumber daya jangka panjang yang membutuhkan peningkatan latihan dan keterampilan.

26. Partisipasi pekerja dalam skema kemitraan untuk mencapai kualitas yang tinggi, perbaikan di segala bidang, dan gagasan-gagasan bagi perkembangan perusahaan.

27. Penentuan upah pegawai harus sesuai dengan produktivitas.

28. Orientasi sosial politik yang harus terbuka dan demokratis.

WASSALAM


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s